Energi fotovoltaik melampaui pembangkit listrik konvensional
Available in 27 languages 📢
Lebih suka Xpert.Digital di GoogleⓘDiterbitkan pada: 22 Agustus 2020 / Diperbarui pada: 22 Agustus 2020 – Penulis: Konrad Wolfenstein
Pentingnya energi fotovoltaik untuk pembangkitan listrik domestik terus meningkat tanpa henti. Analisis terbaru oleh Institut Fraunhofer mengungkapkan bahwa energi surya dan angin berbagi posisi teratas dalam pembangkitan listrik bersih di Jerman untuk pertama kalinya pada bulan Juni. Menurut analisis tersebut, sistem fotovoltaik di Jerman menyumbang 7,04 terawatt-jam (TW) untuk pembangkitan listrik.
Hal ini menempatkan mereka sedikit di belakang turbin angin, yang mencapai 7,09 TW. Sebagai perbandingan, pembangkit listrik tenaga gas (6,5 TW) dan pembangkit listrik tenaga batubara (6,4 TW) menunjukkan kinerja yang jauh lebih buruk. Pangsa 18,3 persen untuk fotovoltaik dengan demikian jelas menunjukkan mengapa teknologi ini dianggap oleh banyak orang sebagai teknologi pilihan untuk transisi energi.
Energi terbarukan memimpin untuk pertama kalinya pada Juni 2020.
Pada bulan Juni, energi fotovoltaik, dikombinasikan dengan energi angin dan biomassa, mencapai tonggak sejarah: Untuk pertama kalinya, pangsa energi terbarukan dalam pembangkitan listrik bersih melebihi pangsa pembangkit listrik yang menggunakan sumber energi tak terbarukan. Sementara sumber alami menyumbang 19,3 TW, atau 50,4 persen, terhadap bauran listrik Jerman pada bulan Juni, sumber energi konvensional hanya menyumbang 18,8 TW. Sebagai perbandingan, pada Juni 2010, rasionya adalah 32,7 TW berbanding 9,3 TW yang menguntungkan pembangkit listrik konvensional.
Melihat angka-angka yang mengesankan ini, sulit dipercaya betapa rendahnya tingkat pemanfaatan energi surya di negara ini. Sepuluh tahun yang lalu, pangsa energi surya dalam total pembangkitan di Jerman hanya sebesar 1,8 persen, dan pada tahun 2003 bahkan hanya 0,1 persen.
Dan popularitas fotovoltaik kemungkinan akan terus meningkat di masa depan. Hal ini disebabkan oleh kemajuan teknologi yang signifikan di bidang ini. Modul dan proses baru kini memungkinkan produksi listrik pada pembangkit listrik tenaga surya skala besar dengan harga 5 sen per kilowatt-jam. Ini berarti bahwa teknologi ini sekarang menguntungkan bahkan tanpa subsidi pemerintah, yang akan memberikan dorongan kuat bagi fotovoltaik di kalangan pengguna profesional dan investor.
Berkaitan dengan ini:
- Jerman adalah pemimpin dunia dalam energi angin dan surya.
- Rekor pangsa energi terbarukan sebesar 55,8 persen.
- Energi fotovoltaik semakin populer di seluruh Eropa
- Potensi energi surya sebesar 68 terawatt jam di Rhine Utara-Westphalia.
- Terobosan: Taman surya menguntungkan tanpa subsidi

























