Bumi Jauh Lebih Hijau Dibandingkan 20 Tahun Lalu
Pemilihan suara 📢
Diterbitkan pada: 6 Maret 2019 / Diperbarui pada: 6 Agustus 2023 – Penulis: Konrad Wolfenstein
Bumi jauh lebih hijau daripada 20 tahun yang lalu. Meskipun ini terdengar seperti alasan untuk merayakan, hal ini harus dilihat dengan hati-hati. Area pepohonan hijau yang ditambahkan ke permukaan Bumi sejak tahun 2000 dan dikatalogkan oleh satelit MODIS NASA muncul sebagai hasil dari reboisasi dan kegiatan pertanian.
Cocok untuk:
- Lingkungan yang lebih hijau dengan pemasangan panel surya wajib
- Jika kewajiban pemasangan panel surya dan kewajiban penggunaan carport bertenaga surya menjadi perlu
Khususnya di Tiongkok dan India, aktivitas manusia telah menyebabkan peningkatan tutupan vegetasi. Tiongkok meningkatkan luas lahan hijaunya sebesar 17,8 persen antara tahun 2000 dan 2017, sementara peningkatan di India adalah 11,1 persen. Uni Eropa, salah satu dari sebelas negara dengan total luas daun terbesar, berada di peringkat ketiga. Para ilmuwan yang menganalisis data untuk sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal Nature Sustainability menemukan bahwa di Tiongkok, 42 persen dari ruang hijau tambahan berasal dari hutan baru dan 32 persen dari lahan pertanian. Negara tersebut baru-baru ini telah menginvestasikan miliaran dolar dalam program reboisasi. India, di sisi lain, harus memperhitungkan 82 persen pertumbuhan luas daunnya di bidang pertanian. Di Brasil, misalnya, peningkatan lahan pertanian hijau hampir seluruhnya diimbangi oleh hilangnya hutan dan vegetasi sabana.
Cocok untuk:
- Beralih ke energi bebas emisi dengan fasad surya
- Pagar tenaga surya sebagai alternatif untuk pasokan listrik mandiri
Secara keseluruhan, luas serasah daun di Bumi meningkat lebih dari 4 persen selama 18 tahun yang diteliti, dengan dua pertiga dari peningkatan ini disebabkan oleh aktivitas pertanian. Penggunaan tanaman hasil rekayasa genetika, siklus pertumbuhan ganda, irigasi dan pemupukan intensif, serta mekanisasi pertanian telah membuat pertanian lebih terlihat dalam citra satelit, terutama di negara-negara berkembang.
Bumi jauh lebih hijau daripada 20 tahun yang lalu. Apa yang terdengar seperti alasan untuk merayakan sebaiknya ditanggapi dengan sedikit keraguan. Area hijau berdaun yang telah ditambahkan ke permukaan Bumi sejak tahun 2000 dan dikatalogkan oleh satelit NASA MODIS muncul karena reboisasi serta aktivitas pertanian.
Khususnya di Tiongkok dan India, peningkatan aktivitas manusia telah menyebabkan lebih banyak area tertutup oleh tumbuhan. Tiongkok meningkatkan area hijaunya sebesar 17,8 persen antara tahun 2000 dan 2017, sementara India menambahkan 11,1 persen. Uni Eropa, yang menurut penelitian termasuk di antara sebelas "negara" dengan area tertutup dedaunan terbesar secara keseluruhan, berada di urutan ketiga. Para ilmuwan yang menganalisis data untuk sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal Nature Sustainability menemukan bahwa dalam kasus Tiongkok, 42 persen penambahan vegetasi hijau berasal dari hutan baru dan 32 persen dari lahan pertanian. Negara tersebut baru-baru ini telah menginvestasikan miliaran dolar dalam program reboisasi. India, di sisi lain, harus mencatat 82 persen peningkatan dedaunannya untuk pertanian. Di Brasil misalnya, peningkatan lahan pertanian hijau masih hampir seluruhnya diimbangi oleh hilangnya hutan dan vegetasi sabana.
Secara keseluruhan, luas area yang tertutup dedaunan di Bumi meningkat lebih dari 4 persen dalam 18 tahun yang disurvei, dua pertiga dari peningkatan tersebut berasal dari aktivitas pertanian. Terutama penggunaan tanaman hasil rekayasa genetika, siklus pertumbuhan ganda, irigasi intensif, dan penggunaan pupuk serta mekanisasi pertanian telah membuat pertanian lebih terlihat pada citra satelit, khususnya di negara-negara berkembang.





























