Ikon situs web Pakar Digital

Web3: METAVERSE, Metaworse, Metawhat?! Apa itu? – Hasil survei di Jerman

METAVERSE, Metaverse, Meta-apa?! Apa itu?

METAVERSE, Metaworse, Metawhat?! Apa itu? – Gambar: A. Solano|Shutterstock.com

Metaverse sedang menjadi perbincangan hangat, tetapi sebagian besar warga Jerman masih belum benar-benar memahami artinya. 58 persen peserta survei menyatakan bahwa mereka tidak dapat membayangkan apa sebenarnya yang dimaksud dengan istilah teknologi yang sedang populer ini. Seperti yang ditunjukkan grafik kami, orang-orang yang memiliki pemahaman konkret tentang metaverse merupakan minoritas di Jerman.

Hanya 19 persen responden yang mengatakan mereka dapat memahami istilah tersebut, sementara 19 persen lainnya setidaknya pernah mendengarnya. Namun, industri teknologi sudah ikut serta dalam tren metaverse: Menurut survei oleh Sensor Tower, misalnya, sekitar 100 aplikasi menyertakan istilah tersebut dalam judul atau deskripsinya di toko aplikasi masing-masing antara Oktober 2021 dan Januari 2022. Hingga Februari, total 107 aplikasi game, 101 aplikasi keuangan, dan 70 aplikasi media sosial memuat istilah tersebut.

Istilah ini mendapatkan pengakuan yang lebih luas pada tahun 1992 melalui novel fiksi ilmiah *Snow Crash* karya penulis Amerika Neal Stephenson, di mana metaverse merujuk pada penerus internet berbasis realitas virtual. Pada 28 Oktober 2021, hampir 30 tahun kemudian, Mark Zuckerberg mengumumkan penggantian nama Facebook menjadi *Meta*, sehingga membawa diskusi seputar istilah tersebut dan konsep terkait seperti web3 menjadi fokus utama.

Grafik ini menunjukkan persentase responden di Jerman yang memiliki pemahaman tentang arti istilah "Metaverse"

Grafik ini menunjukkan persentase responden di Jerman yang memiliki pemahaman tentang arti istilah "Metaverse" – Gambar: Statista

Versi Bahasa Inggris: METAVERSE, Metaworse, Metawhat please?! Apa itu? - Hasil survei di Jerman

Semua orang membicarakan metaverse, tetapi sebagian besar orang Jerman sebenarnya tidak tahu apa maksudnya. 58 persen peserta survei mengatakan mereka tidak tahu apa arti istilah teknologi yang sedang populer itu. Seperti yang ditunjukkan grafik kami, orang-orang yang memiliki pemahaman konkret tentang metaverse merupakan minoritas di Jerman.

Hanya 19 persen yang mengatakan mereka dapat memahami istilah tersebut, sementara 19 persen setidaknya pernah mendengarnya. Namun, industri teknologi sudah ikut serta dalam tren metaverse: Menurut survei oleh Sensor Tower, misalnya, antara Oktober 2021 dan Januari 2022, sekitar 100 aplikasi menyertakan istilah tersebut dalam judul atau deskripsi mereka di toko aplikasi masing-masing. Secara total, hingga Februari, 107 aplikasi game, 101 aplikasi keuangan, dan 70 aplikasi sosial mengandung istilah tersebut.

Istilah ini semakin terkenal pada tahun 1992 melalui novel fiksi ilmiah Snow Crash karya penulis AS Neal Stephenson, di mana metaverse merujuk pada penerus Internet yang berbasis pada realitas virtual. Pada 28 Oktober 2021, hampir 30 tahun kemudian, Marc Zuckerberg mengumumkan penggantian nama Facebook menjadi Meta dengan segera, yang membawa diskusi seputar istilah tersebut dan konsep terkait seperti web3 ke sorotan publik.

 

Tulis surat kepadaku

Xpert.Digital – Konrad Wolfenstein

Xpert.Digital adalah pusat bagi industri yang berfokus pada digitalisasi, teknik mesin, logistik/intralogistik, dan fotovoltaik.

Dengan solusi Pengembangan Bisnis 360° kami, kami mendukung perusahaan-perusahaan ternama mulai dari bisnis baru hingga layanan purna jual.

Intelijen pasar, smarketing, otomatisasi pemasaran, pengembangan konten, PR, kampanye email, media sosial yang dipersonalisasi, dan pembinaan prospek adalah bagian dari alat digital kami.

Anda dapat menemukan informasi lebih lanjut di: www.xpert.digitalwww.xpert.solarwww.xpert.plus

 

Tetaplah berhubungan

Tinggalkan versi seluler