Ikon situs web Pakar Digital

Pendekatan baru dengan Industri 5.0: Mengembangkan strategi otomatisasi yang berpusat pada manusia

Pendekatan baru dengan Industri 5.0: Mengembangkan strategi otomatisasi yang berpusat pada manusia

Pendekatan baru dengan Industri 5.0: Mengembangkan strategi otomatisasi yang berpusat pada manusia – Gambar: Xpert.Digital

Tantangan Industri 4.0: Mengapa UKM Sering Skeptis

Lanskap industri berada dalam keadaan perubahan yang konstan. Sekitar satu setengah dekade yang lalu, revolusi industri keempat dimulai, yang dikenal sebagai Industri 4.0, istilah kolektif untuk berbagai solusi digitalisasi dan sistem produksi berbasis data. Tujuannya adalah untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas melalui penggunaan teknologi mutakhir. Namun, terlepas dari pendekatan yang menjanjikan, banyak usaha kecil dan menengah (UKM) tetap skeptis terhadap konsep ini. Solusi standar seringkali tampak terlalu kompleks, mahal untuk diimplementasikan dan dioperasikan, atau tampak lebih fokus pada apa yang secara teknis memungkinkan daripada pada kebutuhan aktual. Hal ini seringkali menyebabkan karyawan merasa kewalahan daripada menerima dukungan.

Pendekatan baru dengan Industri 5.0

Namun, semakin jelas bahwa ada cara alternatif untuk menyatukan teknologi dan manusia secara harmonis. Di sinilah Industri 5.0 berperan, sebuah pendekatan yang menempatkan manusia kembali sebagai pusatnya. Alih-alih hanya berfokus pada inovasi teknologi, tujuannya adalah untuk mendorong kolaborasi simbiosis antara manusia dan mesin. Salah satu contohnya adalah proyek oleh Institut Fraunhofer untuk Peralatan Mesin dan Teknologi Pembentukan (IWU) bekerja sama dengan Mitras Composites Systems GmbH. Bersama-sama, mereka telah mengembangkan skenario perakitan semi-otomatis untuk pembangunan garasi sepeda, yang memungkinkan proses yang kuat, berkelanjutan secara ekonomi, dan, yang terpenting, berpusat pada manusia. Hal ini didasarkan pada analisis kebutuhan dan persyaratan komprehensif yang dilakukan dalam kerja sama erat dengan karyawan.

Berkaitan dengan ini:

Pengembangan strategi otomatisasi yang berpusat pada manusia

Proyek ini mengungkapkan perlunya mengganti tugas perakitan manual sebelumnya dengan solusi otomatisasi hibrida. Tujuannya adalah untuk meningkatkan produktivitas dan mengurangi beban kerja fisik karyawan. Dengan mengintegrasikan robot dan sistem otomatis, karyawan kini dapat memanfaatkan keterampilan mereka dalam aktivitas yang lebih bernilai tambah. Dalam skenario hibrida ini, manusia dan teknologi bekerja sama untuk menyelesaikan tugas secara efisien. Hal ini memungkinkan karyawan dari segala usia dan jenis kelamin untuk dipekerjakan dalam perakitan, karena tugas pengangkatan dan penanganan berat difasilitasi oleh dukungan otomatis.

Saat melakukan transisi dari proses manual ke semi-otomatis, sangat penting bahwa solusi dirancang dengan pendekatan yang berpusat pada manusia. Sekadar memperkenalkan teknologi saja tidak cukup; teknologi tersebut harus disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan karyawan. Oleh karena itu, analisis tugas kognitif dilakukan dalam proyek Fraunhofer IWU. Hal ini melibatkan pengamatan cermat terhadap proses perakitan dan melakukan wawancara dengan karyawan dari berbagai departemen. Pendekatan ini memastikan bahwa karyawan yang nantinya akan bekerja dengan sistem otomatis menjadi fokus sejak awal. Wawasan yang diperoleh membantu memahami persyaratan untuk solusi otomatisasi dan mengidentifikasi potensi peningkatan langsung dalam proses tersebut.

Stefan Ott, Direktur Pelaksana Mitras Composites Systems GmbH, menekankan nilai tambah dari pendekatan yang disesuaikan ini. Seringkali, tidak ada solusi yang benar-benar sesuai yang tersedia di pasaran. Kolaborasi dengan Fraunhofer IWU memungkinkan perusahaan untuk secara spesifik menilai area mana yang dapat diotomatisasi secara signifikan dan apa dampaknya terhadap karyawan. Hal ini memastikan bahwa solusi yang diterapkan bermanfaat bagi perusahaan dan karyawannya.

Pengembangan produksi industri berbasis nilai

Industri 5.0 melampaui perspektif teknologi semata dari Industri 4.0. Ini adalah evolusi berbasis nilai yang mengakui manusia sebagai faktor penting. Disadari bahwa transformasi sistem produksi yang didorong oleh teknologi saja tidak cukup untuk mencapai peningkatan efisiensi yang diinginkan, terutama untuk produksi dalam jumlah kecil. Lebih lanjut, sistem manufaktur tradisional seringkali tidak cukup fleksibel untuk menanggapi kebutuhan pelanggan individual dan fluktuasi permintaan.

Dengan secara konsisten melibatkan karyawan dalam perancangan proses dan solusi otomatisasi, sistem ini dapat dikembangkan untuk memberikan dukungan nyata dalam pekerjaan sehari-hari. Karyawan yang menyumbangkan keterampilan dan pengalaman mereka tidak hanya bekerja lebih produktif tetapi juga lebih terikat dengan tempat kerja mereka. Mereka lebih termotivasi, menggunakan solusi digital secara lebih sadar, dan secara aktif berkontribusi pada kapasitas inovatif perusahaan.

Departemen "Manusia dalam Produksi" di Fraunhofer IWU di Chemnitz menangani poin ini secara tepat. Melalui penelitian di bidang rekayasa kognitif, konsep-konsep inovatif untuk proses otomatisasi sedang dikembangkan, menjadikan teknologi lebih berpusat pada manusia dan menciptakan solusi hibrida. Tim yang dipimpin oleh Dr. habil. Franziska Bocklisch secara konsisten menyelaraskan teknologi Industri 4.0 dengan nilai-nilai keberlanjutan, ketahanan, dan berpusat pada manusia. Fokusnya selalu pada solusi konkret, siap pakai di industri, dan dapat ditransfer yang meningkatkan produktivitas dan efisiensi sekaligus memastikan rantai nilai yang stabil.

Keunggulan pendekatan yang berpusat pada manusia

Terlepas dari opsi otomatisasi mana pun yang akhirnya dipilih perusahaan, pendekatan yang berpusat pada manusia membuka banyak kemungkinan baru. Dengan secara sistematis mengumpulkan pengetahuan dan keterampilan, pengetahuan internal diformalkan dan diamankan secara berkelanjutan. Pengetahuan ini dapat didigitalisasi dan, misalnya, mendukung proses orientasi karyawan baru yang lebih cepat. Sistem bantuan dan panduan operator dapat digunakan secara strategis untuk mendukung karyawan secara optimal dalam tugas mereka.

Fraunhofer IWU tidak hanya berfokus pada tugas-tugas manual tetapi juga mempertimbangkan kemampuan kognitif manusia lainnya. Proses pengambilan keputusan dan pemecahan masalah sangat penting di bidang-bidang seperti pemeliharaan preventif, jaminan kualitas, dan diagnosis kesalahan. Dengan menggabungkan aspek-aspek ini, perusahaan tidak hanya dapat mengoptimalkan proses mereka tetapi juga secara khusus meningkatkan keterampilan karyawan mereka.

Dr. Franziska Bocklisch menekankan pentingnya kolaborasi erat dengan perusahaan dan pelanggan untuk penelitian dan pengembangan yang berpusat pada manusia. Hanya melalui pertukaran bersama kebutuhan dan persyaratan dapat diidentifikasi secara tepat, solusi dapat dikembangkan, dan konsekuensi potensial dapat dinilai. Pendekatan kooperatif ini berbeda secara signifikan dari strategi otomatisasi tradisional, yang seringkali menganggap tingkat otomatisasi sebagai satu-satunya ukuran efisiensi.

Masa depan produksi: simbiosis antara manusia dan mesin

Efisiensi produksi di masa depan tidak hanya ditentukan oleh teknologi, tetapi juga oleh kombinasi optimal antara pengetahuan manusia dan kemampuan teknis. Penggunaan keterampilan manusia secara tepat sasaran bersamaan dengan sistem teknologi-manusia berkinerja tinggi akan menjadi semakin penting untuk produksi yang berkelanjutan dan lebih tangguh. Perusahaan yang menerapkan pendekatan ini lebih mampu bereaksi secara fleksibel terhadap perubahan pasar dan menghadapi gangguan eksternal.

Kolaborasi simbiosis antara manusia dan mesin menghasilkan tempat kerja yang tidak hanya lebih efisien tetapi juga lebih menarik. Karyawan merasa dihargai dan dilibatkan, yang mengarah pada motivasi dan kepuasan yang lebih tinggi. Hal ini sangat menguntungkan bagi perusahaan menengah, karena memungkinkan mereka untuk meningkatkan daya saing sekaligus menciptakan lingkungan kerja yang positif.

Industri yang berpusat pada manusia sebagai kunci kesuksesan

Industri 5.0 menunjukkan bahwa manusia harus menjadi inti dari inovasi teknologi untuk mencapai kesuksesan jangka panjang. Mengintegrasikan karyawan ke dalam pengembangan dan implementasi solusi otomatisasi menciptakan proses yang efisien dan fleksibel. Perusahaan mendapat manfaat dari peningkatan produktivitas, sementara karyawan mendapat manfaat dari kondisi kerja yang lebih ergonomis dan pengakuan atas keterampilan mereka.

Kolaborasi antara Fraunhofer IWU dan Mitras Composites Systems GmbH menunjukkan bagaimana pendekatan tersebut dapat diimplementasikan dalam praktik. Peningkatan berkelanjutan dapat dicapai melalui solusi khusus yang disesuaikan dengan kebutuhan aktual perusahaan dan karyawannya.

Masa depan industri terletak pada kombinasi harmonis antara keahlian manusia dan inovasi teknologi. Perusahaan yang menempuh jalan ini tidak hanya akan mendapat manfaat ekonomi, tetapi juga akan memberikan kontribusi penting bagi lingkungan kerja yang berkelanjutan dan manusiawi.

Berkaitan dengan ini:

Tinggalkan versi seluler