
Perusahaan mana saja yang telah berhasil mengimplementasikan solusi blockchain dengan IoT di bidang logistik? – Gambar: Xpert.Digital
Transparansi dan keamanan dalam logistik: Peran blockchain & IoT
Standar baru dalam logistik: Kekuatan transformatif blockchain dan IoT
Dalam industri logistik modern, teknologi seperti blockchain dan Internet of Things (IoT) berpotensi membawa perubahan besar. Perusahaan di seluruh dunia semakin bergantung pada teknologi ini untuk menyederhanakan proses yang kompleks, memastikan transparansi, dan sekaligus meningkatkan keamanan dan efisiensi. Kombinasi blockchain dan IoT membuka kemungkinan baru untuk memantau dan melacak produk dalam rantai pasokan global, sehingga menetapkan standar baru dalam logistik. Bagian berikut akan membahas beberapa aplikasi paling signifikan dari teknologi ini, beserta kelebihan dan tantangannya.
Cocok untuk:
Blockchain dan IoT: Era baru transparansi dan efisiensi
Teknologi blockchain menawarkan struktur penyimpanan data yang terdesentralisasi dan anti-perubahan, yang sangat menguntungkan di industri logistik. Desentralisasi membuat data dapat diakses oleh semua pemangku kepentingan dalam rantai pasokan, sehingga hampir menghilangkan manipulasi dan secara signifikan meningkatkan transparansi. Perangkat IoT, seperti sensor dan tag RFID, menyediakan data real-time tentang lokasi, kondisi, dan suhu produk, membantu mendeteksi ketidaknormalan atau kerusakan secara langsung.
Cocok untuk:
Contoh aplikasi blockchain dan IoT yang sukses di bidang logistik
Beberapa perusahaan telah berhasil menggunakan teknologi ini untuk mengoptimalkan rantai pasokan mereka dan menawarkan keamanan serta transparansi yang lebih besar kepada pelanggan mereka. Berikut beberapa contoh yang menonjol:
1. UBIRCH: Data yang aman dari perubahan dalam rantai pasokan
UBIRCH adalah perusahaan Jerman yang mengkhususkan diri dalam solusi IoT berbasis blockchain, khususnya untuk logistik. Solusi UBIRCH memungkinkan penyimpanan data yang anti-perubahan dan verifikasi data secara real-time. Hal ini sangat menguntungkan dalam rantai pasokan yang kompleks di mana asal dan kualitas produk harus sepenuhnya dapat dilacak. Misalnya, UBIRCH menawarkan pemantauan real-time untuk pengangkutan barang-barang sensitif, seperti makanan atau obat-obatan, di mana suhu dan kelembaban harus terus dipantau. Penyimpanan data yang anti-perubahan pada blockchain menciptakan kepercayaan dan transparansi bagi semua pihak yang terlibat – mulai dari produsen hingga penyedia logistik dan konsumen akhir.
2. Nestlé: Ketelusuran dan jaminan mutu di bidang pertanian
Nestlé menggunakan blockchain dan IoT untuk memastikan ketelusuran produk pertaniannya. Dengan melacak seluruh proses produksi – dari petani hingga pengolah hingga konsumen – Nestlé dapat menjamin bahwa semua standar keberlanjutan dan kualitas terpenuhi. Transparansi ini sangat menarik bagi konsumen, yang semakin menghargai kondisi produksi yang berkelanjutan dan etis. Kombinasi sensor IoT dan blockchain juga memungkinkan pelacakan data penting secara real-time seperti waktu panen, kondisi transportasi, dan durasi penyimpanan. Inovasi ini memungkinkan Nestlé untuk bertindak cepat dan efektif jika terjadi penarikan produk, sehingga semakin memperkuat kepercayaan konsumen.
3. DHL: Meningkatkan efisiensi dalam rantai pasokan global
Raksasa logistik DHL menggunakan blockchain dan IoT untuk meningkatkan transparansi dan efisiensi dalam rantai pasokannya. Teknologi ini memungkinkan DHL untuk melacak pengiriman secara real-time, sehingga dapat mengidentifikasi dan menanggapi potensi hambatan atau keterlambatan sejak dini. Teknologi blockchain menciptakan dokumentasi ujung-ke-ujung dari semua proses, khususnya dalam rantai pasokan internasional yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan dan penyedia logistik. Hal ini memungkinkan DHL tidak hanya untuk meningkatkan transparansi dalam prosesnya sendiri, tetapi juga untuk menawarkan kepada pelanggannya wawasan real-time tentang lokasi dan status pengiriman mereka.
4. BayWa Global Produce: Logistik produk segar yang dioptimalkan
BayWa Global Produce, sebuah perusahaan di sektor pertanian dan pangan, menggunakan solusi berbasis blockchain SIGNiT bekerja sama dengan UBIRCH untuk mengoptimalkan logistik produk segar mereka. Khususnya untuk makanan segar seperti buah-buahan dan sayuran, sangat penting agar produk sampai ke konsumen akhir secepat dan seaman mungkin. SIGNiT memungkinkan dokumentasi yang lancar dan anti-perubahan di setiap langkah sepanjang rantai pasokan, sehingga menghasilkan penghematan waktu dan biaya yang signifikan. Sensor terus memantau kualitas produk dan mencatat tingkat suhu dan kelembapan. Hal ini memungkinkan semua pihak yang terlibat untuk memastikan bahwa produk sampai ke pelanggan akhir dalam kondisi optimal.
5. Intel
Intel menggunakan Platform Logistik Terhubungnya untuk memantau kualitas dan integritas barang secara real-time selama transportasi, menggunakan blockchain dan IoT. Solusi ini sangat berguna untuk barang yang mudah rusak, dengan sensor IoT yang memantau kondisi lingkungan seperti suhu dan kelembaban.
6. Maersk
Maersk menggunakan platform berbasis blockchain TradeLens untuk meningkatkan visibilitas dan interaksi dalam operasi logistiknya. Melalui pelacakan dan pertukaran data secara real-time, Maersk mampu mencapai penghematan biaya yang signifikan dan meningkatkan transparansi dalam rantai pasokannya.
7. Amazon
Amazon menggabungkan blockchain yang dikelolanya dengan perangkat IoT untuk melacak pengiriman secara real-time. Hal ini menghasilkan peningkatan efisiensi rantai pasokan dan pengurangan biaya operasional.
Cocok untuk:
- Amazon Managed Blockchain dengan fungsi lacak dan lacak – misalnya. B. untuk penelusuran keracunan makanan
- Layanan Blockchain Terkelola Amazon | Sepuluh jaringan blockchain teratas untuk logistik, keuangan, dan lainnya
8. Walmart
Walmart menggunakan teknologi blockchain untuk memastikan ketelusuran makanan. Dengan sensor IoT, perusahaan memantau kondisi lingkungan barang secara real-time, sehingga secara signifikan meningkatkan transparansi dan efisiensi dalam rantai pasokan.
9. Unilever
Unilever menggunakan blockchain untuk memastikan ketelusuran bahan baku seperti minyak sawit. Dengan mengintegrasikan sensor IoT, Unilever dapat membuat rantai pasokannya lebih berkelanjutan.
10. IBM
IBM telah mengembangkan solusi berbasis blockchain bernama Food Trust yang memungkinkan pelacakan produk secara real-time. Hal ini mengarah pada optimalisasi proses rantai pasokan dan penghematan biaya yang signifikan.
Keunggulan Blockchain dan IoT dalam Logistik
Integrasi blockchain dan IoT dalam logistik menghadirkan banyak keuntungan:
Transparansi dan kepercayaan
Teknologi blockchain membangun kepercayaan karena data bersifat transparan dan tidak dapat dimanipulasi bagi semua pihak yang terlibat. Pelanggan dapat yakin bahwa produk diproduksi dan diangkut sesuai dengan standar yang dijanjikan.
Peningkatan efisiensi
Otomatisasi pengumpulan dan pengolahan data menggunakan perangkat IoT memungkinkan proses yang lebih cepat dan akurat. Hal ini menghasilkan penghematan waktu dan biaya di seluruh rantai pasokan.
Keamanan yang ditingkatkan
Khususnya untuk barang-barang sensitif seperti obat-obatan atau makanan, kepatuhan terhadap kondisi transportasi tertentu sangat penting. Sensor IoT memungkinkan pemantauan kondisi ini secara lancar dan segera melaporkan setiap pelanggaran.
Ketertelusuran
Kemampuan untuk melacak produk kembali ke asalnya memperkuat kepercayaan pelanggan dan mempermudah penarikan produk jika terjadi masalah. Perusahaan dapat bereaksi dengan cepat dan menemukan batch yang terpengaruh, sehingga menghemat waktu dan uang.
Interoperabilitas sistem yang berbeda
Terlepas dari banyaknya keuntungan, implementasi blockchain dan IoT dalam logistik juga menghadirkan tantangan. Salah satu hambatan terbesar adalah interoperabilitas berbagai sistem. Karena perusahaan sering menggunakan teknologi dan standar yang berbeda, sulit untuk menciptakan solusi yang mulus dan dapat digunakan di seluruh perusahaan. Selain itu, biaya implementasi dan pemeliharaan teknologi tersebut seringkali tinggi, yang menjadi tantangan khusus bagi perusahaan kecil.
Aspek lainnya adalah skalabilitas teknologi blockchain. Jumlah data yang sangat besar yang dihasilkan oleh perangkat IoT menuntut infrastruktur blockchain yang mumpuni. Pendekatan inovatif diperlukan untuk meningkatkan efisiensi blockchain tanpa mengorbankan keamanan.
Di masa depan, solusi hibrida yang memanfaatkan blockchain privat dan publik dapat menawarkan solusi untuk tantangan ini. Blockchain privat menawarkan keunggulan berupa kecepatan dan efektivitas biaya yang lebih tinggi, sementara blockchain publik, karena sifatnya yang terdesentralisasi, menjamin keamanan yang lebih besar. Kombinasi kedua model ini dapat lebih meningkatkan fleksibilitas dan efisiensi blockchain dalam industri logistik.
Blockchain dan IoT sebagai teknologi kunci dalam industri logistik
Contoh perusahaan seperti UBIRCH, Nestlé, DHL, dan BayWa Global Produce menunjukkan bahwa blockchain dan IoT dapat lebih memajukan industri logistik. Keuntungan dalam hal transparansi, efisiensi, dan keamanan sangat besar, menawarkan perusahaan kesempatan untuk mengoptimalkan proses mereka dan memberikan layanan yang lebih baik kepada pelanggan mereka. Namun, pada saat yang sama, tantangan harus diatasi untuk mewujudkan potensi penuh dari teknologi ini.
Di masa depan, kombinasi blockchain dan IoT diperkirakan akan semakin terintegrasi ke dalam industri logistik, menetapkan standar baru. Perusahaan yang mengadopsi teknologi ini sejak dini dapat mengamankan keunggulan kompetitif yang menentukan dan secara berkelanjutan memperkuat kepercayaan pelanggan. Dengan demikian, blockchain dan IoT dapat menjadi fondasi logistik modern, transparan, dan efisien yang memenuhi tuntutan dunia yang terglobalisasi.
Cocok untuk:
