Ikon situs web Pakar Digital

Sepuluh robot humanoid paling terkenal dan ternama: dari Atlas, Sophia, Ameca, Digit, GR-1 hingga Phoenix dan Optimus

Sepuluh robot humanoid paling terkenal dan ternama: dari Atlas, Sophia, Ameca, Digit, GR-1 hingga Phoenix dan Optimus

Sepuluh robot humanoid paling terkenal dan ternama: dari Atlas, Sophia, Ameca, Digit, GR-1 hingga Phoenix dan Optimus – Gambar kreatif: Xpert.Digital

10 atau 12 robot humanoid paling terkenal dan ternama

Terdapat banyak robot humanoid terkenal yang telah menarik perhatian dunia karena kemampuan canggih dan beragam aplikasinya. Berikut adalah beberapa robot humanoid yang paling luar biasa:

1. Atlas (Boston Dynamics)

Atlas adalah salah satu robot humanoid yang paling terkenal dan dikembangkan oleh Boston Dynamics. Robot ini sangat dikenal karena kelincahan dan dinamismenya yang mengesankan. Atlas dapat melakukan gerakan kompleks seperti salto ke belakang, parkour, dan mengangkat beban berat. Awalnya dirancang untuk misi pencarian dan penyelamatan, Atlas kini berfungsi sebagai platform untuk menjelajahi batas-batas robotika humanoid.

2. Sophia (Hanson Robotics)

Sophia adalah salah satu robot humanoid paling terkenal di dunia, yang dikembangkan oleh Hanson Robotics. Diperkenalkan pada tahun 2016, ia dikenal karena penampilannya yang mirip manusia dan kemampuannya untuk berkomunikasi dan mengenali emosi. Sophia meraih ketenaran internasional ketika ia diberikan kewarganegaraan Arab Saudi – yang pertama dalam sejarah robotika. Ia sering tampil di konferensi dan media, di mana ia membahas kecerdasan buatan dan masa depan umat manusia.

3. Ameca (Seni Rekayasa)

Ameca dianggap sebagai salah satu robot humanoid tercanggih dalam hal ekspresi wajah dan interaksi manusia. Dikembangkan oleh Engineered Arts, Ameca dilengkapi dengan sensor canggih yang memungkinkannya mengenali emosi manusia dan terlibat dalam percakapan alami. Ameca sering digunakan sebagai platform untuk mengembangkan sistem AI dan mengesankan dengan ekspresi wajahnya yang realistis.

4. Digit (Robotika Agility)

Digit adalah robot humanoid yang dirancang khusus untuk tugas-tugas logistik. Dengan dua kakinya, ia dapat bergerak dinamis di lingkungan yang menyerupai manusia. Agility Robotics baru-baru ini bermitra dengan Amazon untuk mengerahkan Digit di gudang, di mana ia akan melakukan tugas-tugas berulang seperti memindahkan kotak. Digit sangat dikenal karena kemampuannya untuk beroperasi di lingkungan yang awalnya dirancang untuk manusia.

5. GR-1 (Intelijen Fourier)

GR-1 adalah robot humanoid dari perusahaan Tiongkok Fourier Intelligence, yang dirancang khusus untuk sektor perawatan kesehatan. Dengan tinggi 1,64 meter dan berat 55 kilogram, GR-1 dimaksudkan untuk membantu perawatan lansia dengan melakukan tugas sehari-hari dan memposisikan ulang pasien. Dikembangkan sebagai respons terhadap kekurangan tenaga kerja di sektor perawatan kesehatan, robot ini dapat memainkan peran penting di fasilitas perawatan di masa depan.

6. Phoenix (Sanctuary AI)

Phoenix adalah robot humanoid dari perusahaan Kanada Sanctuary AI, yang dirancang untuk melakukan tugas-tugas industri. Dilengkapi dengan sistem kontrol Carbon AI, Phoenix diklaim memiliki kecerdasan seperti manusia dan mampu membawa beban hingga 25 kilogram serta melakukan berbagai aktivitas industri. Phoenix mewakili generasi baru robot yang mampu menangani tugas fisik dan kognitif.

7. Optimus (Tesla)

Optimus adalah robot humanoid dari Tesla, yang diperkenalkan pada tahun 2022. Tesla berencana menggunakan Optimus untuk tugas-tugas manual sederhana seperti mengangkat benda atau bekerja di pabrik. Robot ini masih dalam tahap pengembangan awal, tetapi pendiri Tesla, Elon Musk, melihat potensi besar dalam menggunakan Optimus di banyak bidang kehidupan sehari-hari.

8. ARMAR-6 (Institut Teknologi Karlsruhe)

ARMAR-6, yang dikembangkan oleh Institut Teknologi Karlsruhe (KIT), adalah robot humanoid untuk aplikasi industri. Robot ini dapat menggunakan alat-alat seperti bor dan palu serta melakukan tugas-tugas perawatan sederhana. ARMAR-6 memiliki kecerdasan buatan yang memungkinkannya untuk menggenggam benda dan memberikan alat kepada rekan manusia bila diperlukan.

9. Walker (UBTECH Robotics)

Walker adalah robot layanan humanoid dari perusahaan Tiongkok UBTECH Robotics. Robot ini dapat bernavigasi secara otonom, menaiki tangga, dan bahkan menyeimbangkan diri dengan satu kaki. Dipasarkan sebagai robot rumah tangga, Walker dapat melakukan tugas-tugas sederhana seperti menyajikan teh atau menyedot debu. Kemampuannya untuk berinteraksi dengan manusia membuatnya sangat menarik untuk digunakan di rumah-rumah pribadi.

10. NAO (SoftBank Robotics)

NAO adalah robot humanoid kecil dari SoftBank Robotics, yang terutama digunakan dalam lingkungan pendidikan. Dengan tinggi sekitar 60 cm, NAO dilengkapi dengan kamera untuk pengenalan objek dan mikrofon untuk interaksi ucapan multibahasa. NAO sering digunakan untuk mengajari anak-anak keterampilan pemrograman atau sebagai asisten di rumah sakit.

11. Pepper (SoftBank Robotics)

Pepper juga merupakan robot humanoid terkenal dari SoftBank Robotics, yang dirancang untuk mengenali dan merespons emosi manusia. Sejak diluncurkan pada tahun 2014, Pepper telah digunakan di berbagai lingkungan, termasuk ritel, lembaga pendidikan, dan panti jompo. Meskipun tidak segesit beberapa robot humanoid lainnya, Pepper unggul dalam kemampuannya untuk berinteraksi dengan orang-orang pada tingkat emosional.

12. Jia Jia (Universitas Sains dan Teknologi Tiongkok)

Jia Jia dianggap sebagai robot humanoid pertama Tiongkok dan dikembangkan di Universitas Sains dan Teknologi Tiongkok. Robot ini dapat melakukan percakapan sederhana dan menampilkan berbagai ekspresi wajah. Jia Jia memukau dengan gerakan mata dan bibirnya yang realistis serta penampilannya yang menyerupai manusia.

Keanekaragaman robot humanoid

Dunia robot humanoid terus berkembang, dengan munculnya perkembangan baru di berbagai bidang seperti industri, perawatan kesehatan, dan hiburan. Sementara beberapa robot ini, seperti Atlas, menonjol karena kelincahannya yang mengesankan, yang lain, seperti Sophia atau Pepper, dikenal karena kemampuan interaksi sosialnya. Keragaman teknologi ini menunjukkan potensi besar robot dalam kehidupan kita sehari-hari – baik untuk membantu tugas fisik maupun meningkatkan interaksi sosial.

Informasi selengkapnya di sini:

Tinggalkan versi seluler